Allo!

Welcome to my blog! Please note that all posts in this blog are mine, except those which I copied from other pagers (read disclaimer on the bottom of those posts). I don't mind if you post mine in your blog, but please include a disclaimer that those posts are mine. Don't hesitate to ask me anything or just leave some comments to my posts. Comments are really waited!

Enjoy!

-ten
Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Sunday, May 13, 2012

Hi Mommy!
Aku memang hanya 3/4 inci saja panjangnya,
Tapi aku sudah punya seluruh organ tubuh.
Aku suka suaramu.
Setiap kali aku mendengarnya, aku pasti menggoyangkan tangan dan kakiku.
Suara detak jantungmu adalah lagu kesukaanku.

Month Two.
Mommy,
Hari ini aku belajar mengisap jari
Bila Mama bisa melihat aku,
Mama pasti tahu kalau aku adalah bayi Mama..
Aku memang belum cukup besar utk hidup diluar.
Betapa nyaman dan hangat didalam sini, Ma.

Month Three.
Taukah Mama,
Aku anak laki2
Aku harap Mama bahagia karenanya.
Aku selalu berharap Mama selalu bahagia.
Karena bila Mama sedih, aku pun ikut sedih,
Dan aku pun ikut menangis walaupun Mama tdk bisa mendengarnya.

Month Four.
Mommy,
Rambutku mulai tumbuh.
Memang masih pendek dan halus tapi akan tumbuh banyak sekali.
Aku telah berlatih lama sekali.
Sehingga aku bisa menengok dan melipat dan merenggangkan kaki dan tangan2.
Aku menjadi ahli dalam hal2 itu.

Month Five.
Mama pergi ke dokter hari ini.?
Tp Ma, dia bohong kepadamu.
Dia bilang kalau aku tidak ada.
TAPI AKU ADA !!!!! MA, DENGARLAH AKU, AKU BAYIMU.
MAMA, apa itu ABORSI???

Month Six.
Aku bisa mendengar dokter itu lagi.
Aku tidak suka dia.
Dia sangat tidak berperasaan.
Sesuatu datang mengancam rumahku.
Dokter2 itu bilang itu jarum.
Mommy apa itu??? TOLONG, AKU TERBAKAR!
TOLONG HENTIKAN DIA!
AKU TIDAK BiSA MELAWANNYA!
Mommy! TOLONG!

Month Seven.
Mommy,
Aku baik2 saja.
Aku sudah bersama TUHAN.
DIA MEMEGANG TANGANKU.
Dan dia telah memberitahuku apa itu aborsi.
Mengapa tidak menginginkanku, Mommy?

Every abortion is just…
Satu jantung LAGI yg berhenti berdetak.
Dua mata yg tidak dapat lagi melihat dunia.
Dua tangan lagi yg tidak AKAN pernah memegang.
Dua kaki LAGI yg tidak akan pernah bisa berlari dan berjalan.
Satu mulut LAGI yg tidak akan pernah bisa berbicara.



--------------------------------
Berapa kalipun gw baca ini cerita, dalam versi yang gimanapun... Gw selalu mau nangis. Trenyuh banget gw, kasian nasib bayinya. Mereka kan ga salah! Bayi itu ga salah apa-apa! Lagian ada gitu, ya, ibu yang tega aborsi anak? Bukan orang lain lagi, bayi sendiri? Dan gw heran sama dokternya, mau gitu loh nyari makan dengan bunuh bayi. Kayak ga ada kerjaan yang bagusan aja. Yang namanya dokter/bidan tuh kerjanya nyelamatin nyawa, bukannya ngilangin nyawa! Udah ga punya moral ya? Hati taro di mana? Dibuang?

Se-desperate apapun gw, gw sih ga bakal tega bunuh janin. Apalagi janin gw. Mau gimanapun pasti tetep gw pertahanin. Gila. Ga banget.

Wednesday, April 11, 2012

You'll Always Be My Life :')

Every time I see you
Excitement runs in my veins
Sending goosebumps all over my skin
You could make me smile warmly
Just by standing next to me

The way you see me, the whole me
Pierces through my soul
Makes me feel like I'm devoured by you
By those beautiful eyes you have
............Not that I'm complaining, though

But I'm afraid that you'll leave me
If I told you the feeling I have
So I just keep telling lies. Lie, lie, lie
Pretending that there's nothing between us
That I don't feel anything like this

I'm sure that soon enough
I won't be sane anymore
This feeling is just... more and more uncontrollable
It suffocates me
It's killing me slowly

My mind shorted out,
Stuttering like an idiot
Sprouting nonsense all of the time
My hands never stopped trembling
And my body just.. argh!!

I don't know anymore
Whether you really feel nothing about us
Or are you just a genius in hiding your true feeling
I want you to be with me
I need you to fill my heart's void

So when you said that sentence -my death sentence-
That you'll take your revenge on me
Because of whatever I've done wrong
I can't make myself stop wondering
Do you find out what I feel? Did my feeling turn into a burden for you?

A tiny gasp escapes my mouth
Guess you heard that too
And I'm scared even more
Ah, I'm trembling, again.
It's getting more and more often lately

I can't afford of losing you
I can't afford of losing my whole universe
Haha, yeah, you're the whole reason of my existence
I don't even care what you did to me
As long as you're willing to be with me

It really tortures me
Denying my feelings
Without your knowing
But it's okay, I won't say anything
You, alone, is enough for me.

Because
YOU are my life, and will always be.





-------------------------------------------------------------------
uuuhhhhhh my goodness
ga percaya gw beneran ngepost ini
astaga
I'm so going crazy~~~~~~

@Satsume18: puas tuh? W(0//A//0w)

Saat kau pertama kali
Datang, masuk ke duniaku
Saat itu pula
Kau langsung mengubah segalanya

Prioritas, logika kesadaran,
Reaksi, perasaan, loyalitas
Perspeksiku pada dunia
Eksistensiku

Semuanya luluh lantak
Hancur berantakan
Membuarku kembali mempertanyakan
Tujuan, arti hidupku di dunia

Kau… makhluk paling menarik
Yang pernah ada di dunia
Segala yang ada padamu
Penuh intrik, menggelitik seluruh inderaku

Jiwamu, sikapmu, tubuhmu,
Matamu… matamu!
Tiada batu mulia yang dapat mendekati
Apalagi menandingi substansi terindah milikmu itu

Lalu…. Kau pergi
Secepat kau datang ke hidupku
Merampas setengah hati dan jiwaku
Meninggalkanku mengadapi dunia dengan ketidaksempurnaanku

Apakah kau tahu
Setelah kau pergi, aku terus berjuang
Berjuang menjalani hidup, bukan lagi hari demi hari
Tetapi bahkan tiap milidetik terasa hampa tampamu

Sepertinya kau pantas memberiku selamat
Setiap hari aku mampu terseyum
Menjalani hari seperti sebelum kau datang
Meskipun jiwaku telah hancur lebur

Hidupku semakin terasa hampa
Tubuhku bergerak secara otomatis
Tanpa perlu kukendalikan lagi
Seolah – olah aku ini robot yang terprogram

Namun di balik semua itu
Jiwa hancurku menyimpan sesuatu yang lain
Sebuah memori, suati ingatan
Kenangan akan perjumpaan kita dulu

Kenangan itu terus ku genggam erat
Ku putar berulang – ulang dalam kepalaku
Memabukkanku dengan rasa yang kaya
Dengan rasa yang dalam dan tak kumengerti

Semakin lama ku mengingatnya
Semakin ku menyadari bahwa
Aku semakin merindukanmu, menginginkanmu
Pancainderaku mengidamkan dirimu, sangat.

Dan WAKTUKU AKHIRNYA TIBA
Kesempatanku untuk mendapatkanmu
Akhirnya berada dalam genggamanku
Seluruh kerinduanku, PASTI akan kubayar

Perjumpaan kita yang kedua
Tidaklah sepahit yang pertama
Bukan, bukan lebih manis.
Gurih. Mungkin kata itulah yang tepat

Berbagai macam rasa terbuncah di dada
Ketika melihat dirimu, lagi, akhirnya
Pahit manis pedas kecut
Sedih marah lega. BAHAGIA.

Memang diriku ini harus membunuhmu
Karena aku dan kau tidak ditakdirkan untuk menjadi kawan
Karena aku dan kau digariskan untuk menjadi musuh abadi
Dan karena berjuta alasan lainnya

Namun pertanyaannya,
Apakah aku MAU membunuhmu?
Apakah aku mau membuang kesempatanku bersatu denganmu?
Tidak, cukuplah sekali aku kehilanganmu.

Harga apapun siap kubayar. Aku siap.
Apabila aku dapat menghabiskan sisa waktuku bersamamu
Apabila aku mendapatkanmu, akhirnya
Apabila kau menjadi milikku selamanya

Kini, aku memang mendapatkanmu.
Kau memang sudah menjadi milikku
Kau berada dalam pelukanku
Dan aku dalam pelukanmu

Biarlah waktu melambat dan berhenti
Memerangkap kita berdua
Bersama dengan perasaan gurih ini
Dalam suatu dunia penuh misteri

Hingga habis waktuku
Hingga aku harus membayar harga untuk mendapatkanmu
Hingga…
Selamanya.

Biarkan kebahagiaan ini--ya, aku bahagia--
Merasuk dalam diriku, menghangatkanku
Menghuni hati dan jiwaku
Yang kini telah utuh lagi, karenamu.

ILYSM, *****



----------------------------------------------------------
Uhhhh... yeah. *no comment*

Ada komentar?

Sunday, March 18, 2012

Menulis
Menulis
Menulis
Menulis

Tanpa tahu ia bisa menulis
Tanpa tahu bagaimana cara menulis
Tanpa tahu apa yang ditulis
Tanpa tahu apa itu menulis

Merangkai kata tiada batas
Tanpa tahu apa yang dirangkai
Tanpa tahu kata bisa dirangkai
Tanpa tahu arti kata yang dirangkai

Ia hanya
Mengikuti kata hatinya
Untuk terus

Menulis
Menulis
Menulis
Menulis

Friday, December 23, 2011

Waktu.......adalah konsep paling absurd yang ada dalam kehidupan.
Waktu......begitu cepat berlalu, sekaligus terasa panjang dan berlarut - larut.
Sungguh kontradiktif.
Setengah jam terasa seperti berabad - abad, akan tetapi sehari berlalu layaknya hitungan menit.
Waktu.........mengalir bebas, tidak dapat diprediksi. Tidak terkendali.
Waktu.......membunuhku secara perlahan - lahan. Dan menyakitkan.


*sigh* galau aja terus. duh giimana nih, ga ada mood booster yang cukup kuat buat melenyapkan galau... :'(

Wednesday, November 30, 2011

Sekarang
Hujan turun dengan derasnya
Baik di luar sana
Maupun di sini, di dalam jiwa

Menangis
Meraung - raung
Meratap
Menjerit - jerit

AKU TIDAK TAHAN

Sampai kapankah harus seperti ini?
Apakah memang tak dapat terselamatkan lagi?
Bagaimanakah raga harus tetap bertahan?
Apabila jiwa telah hancur berserakan

MUNGKINKAH memang harus berakhir?
MUNGKINKAH memang harus mati?
MUNGKINKAH memang harus dilupakan
mungkin saja. mengapa tidak?

Toh, selama ini tak ada yang mempedulikan
Toh, selama ini tak ada yang memperhatikan
TOH, SELAMA INI TAK ADA YANG MENGHARAPKAN
adanya kehidupan di dalam cangkang milikku

Aku... akan melepasnya
Melepas jiwaku
Hanyut bersama dengan derasnya hujan di luar
Agar hujan deras dalam jiwaku turut sirna
Hingga akhirnya waktu



A/N : ni sekarang hujan gede, dan gw memutuskan buat menulis. voila~ jadi deh. nyahahahahahaha lagi2 merandom

Thursday, November 17, 2011

Keep Holding On

Aku tahu
Kau menanggung banyak permasalahan
Kau menanggung beban berat
Sendirian
Hanya dengan tubuhmu yang rapuh
Hanya dengan pundakmu yang kecil

Apakah kau tahu
Bahwa kau tidak perlu menanggung semuanya sendirian
Bahwa kau tidak perlu memikul seluruhnya
Aku ada di sini
Siap membantumu menanggung permasalahan
Siap menemanimu memikul beban

Jadi
Untuk apa kau bersusah hati?
Untuk apa kau memaksakan diri?
Ayo, kemarilah
Kita berjuang bersama
Hadapi beratnya hidup di dunia

Maka
Kita tak akan lagi gemetar
Kita tidak akan lagi gentar
Hanya ada
Kau, aku, dan perjuangan kita
Sampai akhir yang jauh di sana



Keep Holding On
Songwriters: Gottwald, Lukasz; Lavigne, Avril Ramona;


You're not alone, together we stand
I'll be by your side, you know I'll take your hand
When it gets cold and it feels like the end
There's no place to go, you know I won't give in
No, I won't give in

Keep holding on
'Cause you know we'll make it through, we'll make it through
Just stay strong
'Cause you know I'm here for you, I'm here for you

There's nothing you could say, nothing you could do
There's no other way when it comes to the truth
So keep holding on
'Cause you know we'll make it through, we'll make it through

So far away, I wish you were here
Before it's too late this could all disappear
Before the door's closed and it comes to an end
With you by my side I will fight and defend
I'll fight and defend, yeah, yeah

Keep holding on
'Cause you know we'll make it through, we'll make it through
Just stay strong
'Cause you know I'm here for you, I'm here for you

There's nothing you could say, nothing you could do
There's no other way when it comes to the truth
So keep holding on
'Cause you know we'll make it through, we'll make it through

Hear me when I say when I say, I believe
Nothing's gonna change, nothing's gonna change destiny
Whatever's meant to be will work out perfectly
Yeah, yeah, yeah, yeah

Keep holding on
'Cause you know we'll make it through, we'll make it through
Just stay strong
'Cause you know I'm here for you, I'm here for you

There's nothing you could say, nothing you could do
There's no other way when it comes to the truth
So keep holding on
'Cause you know we'll make it through, we'll make it through

Keep holding on
Keep holding on

There's nothing you could say, nothing you could do
There's no other way when it comes to the truth
So keep holding on
'Cause you know we'll make it through, we'll make it through

Friday, November 11, 2011

Aku berpapasan dengan seseorang di jalan yang biasa kulalui.
Entah siapa, memang. Aku tak mengenalnya.
Bahkan tak pernah bertemu dengannya.

Namun, aku merasakan sesuatu yang berbeda.
Seolah - olah aku telah mengenalnya, pernah bertemu dengannya.
Seolah - olah aku pernah menjumpainya, entah di mana.
Entah di dimensi waktu yang mana, aku merasa memang pernah aku mengenalnya.
Berada dekat dengannya, mendekapnya erat.

Muncul rasa hangat di dalam dadaku.
Bukan, bukan panas membara, yang membakar dengan membabi - buta.
Rasa hangat ini begitu menenangkan, merasuk ke dalam relung jiwaku yang terdalam, melenyapkan segala kehampaan yang sebelumnya bersarang dengan nyaman di hatiku.

Entah bagaimana caranya, aku tak ingat.
Yang aku tahu, aku tiba - tiba berkenalan dengannya. Menjadi dekat dengannya.
Dan aku mampu mendekapnya erat, seperti yang telah aku rasakan dalam hatiku.
Menggenggam jemarinya yang terasa begitu pas di tanganku.
Membagi rasa hangat yang selalu kurasakan.
Menjalani hari - hari layaknya surga dunia.

Dan.... Dia kemudian menghilang. Lenyap begitu saja.
Tapi, setidaknya aku tahu bahwa itu hanya sementara.
Ia akan kembali dalam sekejap, secepat ia pergi meninggalkanku.
Apabila aku tetap menunggu.
Apabila aku tetap menyimpan harapan dalam diriku.

Aku tahu ia akan kembali padaku, ke rumahnya yang selalu membukakan pintu.
Maka, aku menunggu.
Aku akan terus menunggumu, meskipun harus menyeberangi dimensi waktu.
Karena kau
Pasti
Akan kembali padaku.


Fin



AN:
berawal dari satu penggalan, "dan...dia kemudian menghilang. setidaknya aku tahu, itu hanya sementara." yang gw post di twitter, jadi deh ngarang bebas sampe akhirnya kayak gini.
gimana? gimana?

-sky-

Tuesday, September 27, 2011

waktu.

Waktu adalah waktu, sesuatu yang berjalan selalu tak kenal lelah, berputar dalam siklus konstan yang selalu berubah tak ubahnya aliran memori dan pikiran seorang insan yang sedang berusaha melawan waktu yang selalu berjalan.

Waktu adalah waktu, substansi yang sama bagi setiap orang, sementara orang - orang menganggapnya berbeda meskipun mereka memiliki jatah waktu yang sama, walaupun mempunyai rentang hidup yang berbeda.

Waktu adalah waktu, dimensi yang tergabung dalam hidup setiap makahluk, keberadaan tiap benda, disadari atau tidak, diakui atau tidak, dipedulikan atau tidak, diinginkan atau tidak, dan terpisah dari individu manapun, tak dapat dipungkiri, tak dapat ditolak, tak dapat dilawan, tak dapat dipahami.

Waktu adalah waktu, unsur mengikat yang bebas, unsur sampingan yang krusial, unsur datar yang dinamis, unsur kaku yang fleksibel, unsur hidup yang mati.

Waktu adalah waktu, waktu adalah memori, waktu adalah kehidupan, waktu adalah perkembangan, waktu adalah pertumbuhan

Waktu

Adalah waktu.





A/N:
karangan ini adalah hasil pikiran seorang siswi SMA iseng yang sedang menghabiskan waktunya pada jam kosong. jadi, mohon maaf ya hasilnya aneh. yang ngarang aja ngga ngerti, kok. hehehe

Friday, August 26, 2011

Prologue - RDV

Human.

Human.

Human.

Such a fragile creature,
Yet so immature.

.....................

Berlumuran dosa.
Penuh dengan kekejian.
Lebih tinggi dari makhluk apapun, sekaligus yang terrendah.

Well, bisa dikatakan aku muak.
Setiap kali aku selalu dihadapkan dengan makhluk tipikal ini.
Memohon - mohon, mengemis - ngemis
Bahkan mengiming - imingi diriku dengan apa yang MEREKA PIKIR mereka kuasai.

Cih


Aku muak dengan pekerjaanku
kegiatanku yang hanya itu - itu saja; mengumpulkan jiwa - jiwa busuk dari manusia - manusia rendah
Aku muak
bila harus terus menjalani takdir untuk berada di tengah kehidupan manusia - manusia menggelikan

Apakah memang tidak ada makhluk yang berbeda dengan jenisnya?
Apakah memang, setiap individu dari mereka adalah sama?
Seluruhnya makhluk rendahan?

Betapapun busuknya jiwa mereka, seharusnya masih ada, barang satu - dua jiwa yang masih murni.
Dan aku ingin menemukannya.
Menemukan intan yang tertimbun jiwa - jiwa hitam...



Requested by someone who is making her manga. is this "dark" enough?

Xoxo,
-sky-

Friday, August 12, 2011

Epilogue

Di sini gelap pekat. Auranya berat.
Semakin jauh aku melangkah,kegelapan ini semakin menekanku.
Seolah ingin menelanku hidup - hidup.

Seharusnya memang aku takut.
Seharusnya memang aku berbalik dan lari menjauh dari kegelapan.
Namun ke mana aku harus lari, aku tidak tahu.
Di sini semuanya gelap. Pekat. Menekan.

Lagipula aku punya tujuan.
Dan tujuan itu ada di sana, ditengah gelap pekat yang menekan.
Aku harus segera ke sana, membuang seperseratus hidup lamaku yang masih tersisa.
Aku HARUS segera tiba, bergegas meraih pintu menuju cahaya semu abadi,
Pertanda dimulainya eksistensi semu baruku yang abadi.

Apakah hal ini benar atau salah, menyalahi kodratku atau tidak,
Lagi - lagi aku tidak peduli.
Yang aku pikirkan hanya dirinya, dan hidup abadi bersamanya.

Aku sebentar lagi akan membuang hidupku, jiwaku, yang hanya satu ini.
Namun sebagai gantinya, aku mendapatkan dirimu, selamamya.
Sungguh suatu pertukaran yang menggiurkan.

...

Lama aku melamun, ternyata kakiku telah melangkah jauh.
Kini aku telah tiba di tempat yang kutuju.
Cahaya semu itu begitu indah, begitu menggoda.
Dan aku pun melangkah masuk kedalamnya, melebur bersamanya.

AKU DATANG, SAYANGKU. TUNGGULAH AKU. 


fin

Thursday, August 11, 2011

Prologue

"
OWLS BELONG TO DARKNESS.


THEY COULD ONLY LONG FOR LIGHT,
BUT COULD NEVER OBTAIN THEM.
GET TOO CLOSE TO THE LIGHT,
AND YOU MIGHT GET SCORCHED.
"



Aku terlalu takut akan kehilangan dirinya.
Hidupku -tidak, eksistensiku- seluruhnya kupersembahkan demi kesempatan untuk selalu ada di sampingnya.
Apapun akan kulakukan, ya - apapun.

Hal tersebut baik atau buruk, aku tidak peduli.
Bahkan bila harus meraih cahaya, atau tenggelam dalam pekatnya kegelapan.

Ahh, prosesnya sudah hampir selesai.
Sebentar lagi aku akan selalu bersamanya,

SEPANJANG SELURUH EKSISTENSIKU.




Karangan singkat ini dipersembahkan kepada seorang senior yang saat ini sedang dalam proses pembuatan doujinshi-nya.
Kiranya rangkaian kalimat - kalimat ini dapat membantu merampungkan karya terbarunya.

Xoxo,
-sky-

Saturday, April 09, 2011

Apakah ini harus terjadi? Apakah memang aku harus menahan sakit ini? Perih, pedih kurasa saat aku seorang diri. Mengapa kau harus pergi? Pergi jauh, meninggalkan ku disini. Di tempat ini. Tempat yang asing, tak lagi ku kenali. Aku ingin pergi, meninggalkan tempat ini. Menyusulmu, meski aku hanya seorang diri.

Thursday, April 07, 2011

Malam ini langit cerah tak berawan. Bintang - bintang gemerlapan, tanpa ditemani bulan. Pemandangan yang jarang terlihat di Jakarta, kota metropolitan.

Aku terbaring sendirian di tengah kegelapan. Berusaha untuk memejamkan mata, menenangkan pikiran. Rasanya sangat tidak nyaman memikirkan bahwa aku sedang sendirian.

Padahal di luar sana bintang bergemerlapan. Bahkan bulan bersembunyi, kalah dominan. Mengasingkan diri dari keramaian. Termenung sendirian.

Tuesday, April 05, 2011

Suatu Nama Tak Bertempat

Segalanya hitam pekat. Gelap. Berubah menjadi abu - abu tua. Tidak terlalu delap lagi. Berangsur - angsur menjadi semakin putih. Pucat. Silau. Lalu ada yang berubah. Dari dunia monoton tak berujung menjadi sedikit lebih berwarna. Samar - samar, lalu semakin jelas. Tapi dalam keadaan berputar. Aku mengerjap. Dan tersadar.

Aku berada di tengah sebuah lapangan aspal berdebu. Cukup luas, kulihat. Di depanku ada sebuah taman bermain karatan yang sebagian besar alatnya sudah rusak. Di sebelah kiri dan belakangku terdapat gedung - gedung tua, kira - kira dua puluh tahun umurnya. Hanya bangunan di sebelah kananku yang terlihat sedikit lebih baru. Secara keseluruhan tampak sebagai sebuah sekolah tua.

Matahari bersinar begitu terik, meski belum tepat di atas kepala. Sepertinya baru sekitar pukul sebelas. Aku beranjak dari tempatku tadi, melangkah ke arah gedung di sebelah kiri. Di pojok terdapat tangga semen yang lebar. Pinggiran tangga tersebut dicat biru muda dan putih, meskipun sebagian sudah pudar, mengelupas, dan kotor berdebu.

Perlahan aku menyusuri tangga tersebut, naik ke lantai dua. Ada koridor berubin putih yang mengarah ke sebelah kananku. Di depanku, ada sebuah ruangan. Kelas berukuran kecil, tidak terawat. Di sebelah kanannya, berjajar ruang – ruang kelas berukuran sedang. Semakin jauh aku melangkah, semakin sedikit pula kaca yang menutupi jendela. Pecah berantakan. Di ujung koridor, terdapat undakan turun mengarah ke kiri yang berisi sekumpulan toilet tua yang gelap dan kotor. Baunya? Tak terbayangkan.

Tiba – tiba terdengar bel berbunyi. Suasana tak lagi sepi. Anak – anak berhamburan ke luar ruangan untuk menikmati saat istirahat. Bermain, makan, atau hanya sekedar mengobrol dengan teman. Aku menengok ke bawah, dan menjumpai suatu peristiwa yang paling aku rindukan. Bermain, berlari, bercanda ria. Tak jongkok, bentengan, kasti, lompat karet, ataupun suit. Sepak bola plastik, donal bebek, perang – perangan, petak umpet.

Aku memutuskan untuk turun ke lapangan, melihat apakah aku dapat bergabung atau tidak. Sambil aku melangkah, aku memperhatikan. Lautan anak berseragamn putih – merah di bawah tangga. Aku berlalu – lalang, namun tak ada yang memperhatikan. Mereka terus melanjutkan permainan mereka. Seolah aku tak terlihat, tak kasatmata. Tak terdeteksi oleh pancaindera mereka.

Perlahan, mereka semua memudar. Dunia serasa berputar. Ada apa ini? Apakah aku harus pergi? Tidak! Aku tidak mau! Dunia berputar semakin cepat, memudar, kian menggelap. Lalu semua menjadi hitam pekat. Aku kembali tersesat dalam suatu nama tak bertempat. Hitam Pekat.

Friday, April 01, 2011

? idajreT raneB inI

Di luar mendung, berawan. Di dalam terang, dingin.

Ruangan ini luas. Maklum, bangunan tua. Koridor, langit – langit, ubin, jendela, semua bergaya Belanda. Masih orisinil. Tidak mencolok, tidak menarik. Hanya diberi pelengkap berupa alat – alat modern sebagai penunjang.

Tiga puluh lima bangku kosong, hanya satu yang terisi. Di bagian depan, ada dua bangku tinggi. Juga kosong. Aneh, pergi kemana semua penghuni ruangan ini? Padahal suaranya ramai. Samar – samar, tidak, memang terdengar ada suara para gadis yang berceloteh riang. Seharusnya wajar saja, jarum jam di dinding baru menunjuk angka 12.

Tunggu sebentar, tampaknya ada sesuatu yang janggal. Bahasa mereka terdengar asing. Seperti bukan bahasa Indonesia saja.

Perlahan, amat perlahan, sang pengisi satu bangku tersebut berdiri. Memandang nanar dunia luar. Ah, seorang gadis, rupanya! Rambu pendek sebahu, berwarna kecokelatan. Tinggi semampai. Mengenakan seragam bergaya Belanda abad pertengahan. Rok panjang, kaus kaki panjang, sepatu pantofel.

Mendadak, suasana menjadi hening, sunyi. Tak ada lagi suara celoteh orang. Mencekam, bahkan mampu membuat bulu kuduk meremang. Ruangan itu terasa semakin luas saja. Langit – langit meninggi, seolah ingin menelan, menenggelamkan apapun, siapapun yang berada di dalam ruangan itu.

Gadis itu menoleh. Ia ternyata berwajah Indo. Keturunan asing, sepertinya. Warna bola matanya abu – abu gelap. Jernih, dalam, seolah kita sedang melihat dalam dan luasnya samudera sana. Cantik, memang. Layaknya sebuah boneka porselen abad pertengahan. Ia tersenyum. Harusnya memang menambah kecantikannya, keelokannya. Tetapi, mengapa senyum itu malah membuat suasana makin menegangkan?

Dalam sekejap, ia sudah berada di sisi pintu. Entah kapan ia bergerak. Entah bagaimana ia dapat bergerak secepat itu. Tanpa suara. Ia bimbang sejenak, lalu melangkah keluar. Melalui pintuu yang seharusnya terkunci. Lalu lenyap bersama angin.

Gadis elok berwajah Indo tersebut telah pergi, menyusul teman – temannya yang takkan terlihat lagi. Entah fragmen ataukah ilusi, yang jelas hal ini benar terjadi.



dikisahkan untuk memperingati April Fool 2011, oleh seorang siswi yang sedang bosan pada jam pelajaran Akuntansi

Thursday, March 31, 2011

.

berputar - putar. berjalan tanpa arah. tanpa tujuan. tak menentu.

buat apa? tidak penting. jadi, buat apa dilakukan?

hidup ya sama saja. buat apa diputar - putar? buat apa dibuat tak menentu? tidak penting, toh?

tidak punya tujuan? cari! cari!

tujuan itu perlu. arah itu perlu. arah itu penting.

agar tidak diputar - putar. lalu tenggelam.
kalah oleh arus dunia. yang semakin keras saja.

carilah! sampai dapat! harus dapat!
kalau tidak dapat, kenapa tidak mati saja?

hidup kan sudah tak ada tujuan. tak ada arti. buat apa diteruskan?

gampang toh?





ditulis oleh siswi SMA yang merasa bosan pada jam pelajaran sosiologi

Saturday, March 12, 2011

What are we living for?

Money? Fame? Power? Knowledge? Passion? Influence? Luxury? Existence? Title? Dream? Peace? Share? Friendship? Parents? Food? Freedom? Nationality? Patriotism? Truth? Boy/girlfriend? The poor? Human right? Country? House? Car? Adventure? Work? Fashion? Music? Physics? Ideology? Job? Art? Gadget? Book? Sport? Math? Socialize? Write? Act? Play? Dance? Sing? Cook? Design? Journalism? Cleanliness? Porn? Death!

Tuesday, March 01, 2011

Jakarta, Kota ; Kota, Jakarta.

Jakarta, kota metropolitan. Jakarta, kota yang gemerlap. Jakarta, tidak pernah tidur barang sekejap pun. Jakarta, hutan beton. Jakarta, kota penuh polusi, debu, dan asap. Dan masih banyak Jakarta - Jakarta lainnya.

Semuanya mengarah pada satu kenyataan. Jakarta adalah sebuah kota sibuk dimana sebagian besar penghuninya lebih mementingkan kepetingan diri sendiri, kelompok, dan golongan, sehingga tidak lagi mempedulikan lingkungan sekitarnya.

Jakarta, Jakarta. Tidakkah pernah terbersit sedikitpun dalam pikiran kita, bahwa dulunya, entah berapa abad yang lalu, Jakarta hanyalah sebuah perkampungan sederhana bernama Sunda Kelapa? Sunda Kelapa, pelabuhan dimana Sekutu -dengan seenaknya- mengubahnya menjadi suatu pusat perdagangan yang bernama Batavia. Atau lebih jauh lagi, mungkin satu milenium yang lalu, saat Jakarta hanyalah (seperti lainnya) hutan liar yang penuh dengan pepohonan?

Perkembangan ini cukup mengejutkan. Meskipun Jakarta masih mempertahankan ke"hutan"an-nya. Walau dalam bentuk berbeda. Dulu, hutan pohon. Hutan kayu. Hutan jati. Atau hutan (betulan) lainnya. Sekarang, hutan beton. Hutan gedung pecakar langit. Dan sejenisnya. Juga satu jenis hutan lagi, namanya hutan kebohongan. Juga sering disebut hutan kemunafikan. Dulu, tanah ya memang betul tanah. Sekarang, tanah? Tanah = aspal. Tanah = semen. Tanah = beton. Apa apaan?

Roda kehidupan berputar semakin cepat. Setidaknya begitulah di Jakarta. Harga tanah jadi selangit. Menjamur perumahan elit. Apartemen - apartemen bermodal pelit. Banyak koruptor berhati sempit. Menyebabkan perusahaan - perusahaan, besar maupun kecil, berkembang menjadi pailit. Meninggalkan ribuan pekerja sembelit memikirkan nasib keluarga yang perutnya melilit. Anak - anak menjerit - jerit. Orangtua morat - marit. Hidup selalu irit, tapi apa daya belum melunasi hutang kredit.

Terus berlanjut, berlanjut terus. Terus bertambah, bertambah terus. Yang tersisa? S-A-M-P-A-H. Lalu? Mampus. Gampang toh?

Solusinya? Gampang juga kok. Yang kaya mawas diri, yang miskin sadar diri. Manusia peduli pada lingkungan, maka lingkungan menghasilkan yang baik unuk manusia. Yang namanya manusia ya harus peduli dengan yang bukan manusia. Toh sudah bagus diberi akal. Diberi kemampuan untuk berpikir. Toh sekarang sudah bisa menguasai dunia.

Yang merasa dirinya manusia tapi tidak peduli dengan lingkungannya itu sama sekali bukan manusia. Yang hanya mementingkan kepuasan dirinya, kemakmuran kelompoknya, dan kekayaan golongannya itu BUKAN MANUSIA. Mereka tidak lebih baik dari primata - primata primitif yang kerjanya hanya makan, tidur, buang air, menggaruk - garuk, dan menguap lebar.

Ya sudahlah. Sudah ngomong muluk - muluk tapi tidak ada tindakannya ya percuma. Lidah pandai berpropaganda tetapi tidak dilaksanakan ya sama saja bohong. Oh iya, namanya juga hutan kebohongan. Jadi, kembali lagi ke pilihan kita. Mau jadi manusia, atau jadi primata primitif?

Mau jadi manusia, tapi sibuk? Maklum lah, Jakarta kan (katanya) sebuah kota sibuk dimana sebagian besar penghuninya lebih mementingkan kepetingan diri sendiri, kelompok, dan golongan, sehingga tidak lagi mempedulikan lingkungan sekitarnya. Jadi gimana dong? Mana tahu, terserah dong. Manusia kan (katanya) punya akal budi. (Katanya) punya kemampuan untuk berpikir. Atur sendiri dong.

Kebenaran tulisan ini bisa sangat akurat, bisa juga salah total. Tergantung siapa yang membaca, bagaimana cara membacanya, dan kapan tulisan ini dibaca. Saya pribadi sih tidak mengharapkan adanya pertentangan (yang tidak penting sama sekali) hanya karena membaca tulisan seperti ini.

Paris - A City in France

Paris is the capital city of France, and also the largest city in France. It is the center of French commerce, financial and industry, and the center of the world’s fashion and mode. It’s considered as one of the richest cities in the world.

Paris is located on both banks of Seine River, about 90 miles from the English Channel. It stands in the center of the Paris Basin. The highest land area of Paris is Montmartre, a famous hill in the northern section of Paris.

It has many historical buildings and monuments, such as magnificent Gothic Cathedral Notre Dame, Hotel des Invalides which houses Napoleon’s tomb, the Grand Opera House, and the Avenue des Champs Elysees. The Avenue of Champs Elysees is one of Paris’ most famous streets. It also has Arch de Triomphe and the celebrated Eiffel tower (984 feet high). There is also Louvre Museum which houses art works of famous artist such as Leonardo da Vinci with his “Monalisa”

Paris specializes in such luxury products as perfumes, cosmetics, fashions, and leather good. There are approximately 3,5 million people living in the metropolitan area, often called “Parisians”. They mostly love fashions, polite, and warm. The men are romantic and the women are beautiful and fashionable.